JAKARTA (RIAUSKY.COM) - Video seorang pengemudi mobil Toyota Fortuner sedang memarahi polisi, viral di media sosial.
Di video itu tampak sang pengendara yang berbaju hitam membuka kaca mobil dan mencaci petugas dengan perkataan tidak pantas.
Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Halim Pagarra mengatakan, bahwa dia telah melihat video itu. Bahkan dia geram dan meminta anak buahnya itu membuat laporan polisi.
"Saya perintahkan anggota saya buat laporan polisi," kata Halim ketika dikonfirmasi, Senin (11/9) seperti dimuat jawapos.com.
Dia juga mengaku bila telah mengetahui siapa identitas pengemudi yang memarahi polisi itu.
"Sudah (ketahui identitas), nomor mobil sudah ketahuan dan bisa diketahui dari platnya," sambung dia.
Perwira menengah ini lantas mengingatkan agar pengemudi bisa patuh terhadap aturan. Pasalnya, kata dia petugas di jalanan memiliki hak diskresi.
"Jadi, walaupun traffic merah, kalau ada petugas di jalan bertugas menjalankan bisa menjalankan itu. Petugas itu pengganti aturan lalu lintas," tambah dia.
Pengendara yang memaki polisi itu kata dia juga tak mereka tilang, tapi disuruh jalan kembali usai memaki petugas. "Enggak, karena khawatir terjadi antrean panjang, kami persilakan jalan lagi," terang dia.
Diketahui dari video itu, mobil Fortuner hitam itu bernopol B 78 ABR kepada anggota kepolisian yang sedang memantau lalu lintas di pintu masuk contraflow tol cawang arah Semanggi, Jakarta, Senin pagi (11/9).
Dia berdebat dengan petugas lalu lintas hingga mengeluarkan perkataan yang tidak pantas. Kini, video berdurasi satu menit tersebut telah beredar di media sosial.
Berikut ini penggalan percakapan polisi dan pengendara mobil Fortuner:
Polisi 1: Keluarin surat-surat. Kami minta surat Bapak dulu.
Pengendara: Bapak jangan sembarangan ya.
Polisi 2: Kami kenapa? Kenapa? Sekarang Bapak tanya? Kenapa? Salah kami di mana?
Pengendara: Itu (sambil menunjuk).
Polisi 2: Itu kan perilaku masyarakat? Bapak bisa kasih tahu kami, Pak, itu ada melanggar? Kenapa Bapak mengata-ngatain *****? Pantas Bapak di samping perempuan berkata begitu?
Pengendara: Saya minta maaf. Tapi tolong dijaga dong.
Polisi 2: Apa-apaan? Kami jaga, kami berdiri. Kami bukan duduk-duduk coba Bapak. Kami salahnya di mana? Bapak pantas tidak berkata seperti itu?
Pengendara: Bapak udah nggak usah bawa perasaan. (R02/Jpg/Dtc)